Belajar Itu Harus menyenangkan, Namun tak boleh meremehkan
Sebagai seorang guru dituntut untuk mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi murid muridnya, berbagai hal dilakukan mulai dari metode, peralatan dan cara penyampaian humor dan sebagainya agar siswa menjadi santai, terhibur namun sangat menikmati proses pembelajaran, harapan dari itu semua adalah agar siswa berhasil dalam belajar tanpa tekanan dan rasa takut.
Namun kenyataan yang terjadi, beberapa siswa justru menjadikan pembelajaran yang menyenangkan itu menjadikan sikap hormatnya menurun, sering kali menganggap guru adalah teman ia bicara, sehingga kesopananpun mulai menurun, tak jarang ada yang meremehkannya, padahal niat guru mereka mengajar seperti itu bukaan untuk menjadi seperti yang demikian mereka persepsikan, oleh karena itu jangan meremehkan gurumu wahai anak-anak..
guru harus mengajar dengan menyenangkan, namun siswa tidak boleh meremehkan guru, dan selalu bersikaplah sebagai seorang dengan sikap dan sopan santun budi pekerti yang luhur.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
IKUT MAPSI TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH SD Negeri Tanjunganyar 2 dengan bangga mengirimkan Syifa Dewi Kirana sebagai wakil sekolah dalam lom...
-
MID SMESTER di SDN tanjunganyar 2 di bubuhi suasana yang tidak terlalu tenang, pasalnya soal yang dibagikan yang berasal dari kecamatan Gaja...
-
-
siswa kelas 2 mewakili gelaran FLSSN kecamatan Gajah
-
SEGENAP WARGA PENDIDIKAN DEWAN GURU , STAFF DAN SISWA SISWI SD TANJUNGANYAR 2 MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR...
-
Di dalam kehidupan, manusia selalu berhadapan dengan berbagai bentuk dualisme: dunia dan akhirat, hak dan kewajiban, kebebasan dan tanggung ...
-
PESERTA JUARA 1 2 DAN 3 TINGKAT GUGUS akan kembali lagi mengikuti lomba tingkat kecamatan, SDN TANJUNGANYAR 2 berhasil mengirim...
-
Prestasi Membanggakan! SD Tanjunganyar 2 Raih Juara dalam Ajang MAPSI Kecamatan Gajah Tahun 2025 SD Tanjunganyar 2 kembali menorehkan pres...

Kemungkinan berkurang atau erosi budi pekerti dan etika pada anak-anak dari waktu ke waktu bisa juga akibat pengaruh globalisasi dan arus informasi yang tidak terbatas. Perkembangan informasi dan budaya yang diterima anak cenderung tidak sesuai dengan bangsa ini.
BalasHapusTerimakasih